Rabu, 29 April 2015

RINGKASAN JURNAL PEREKONOMIAN INDONESIA


RINGKASAN JURNAL
PENGARUH KOMPETENSI, KOMPENSASI DAN
LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA PT. PANDE AGUNG SEGARA DEWATA
I Kadek Edy Sanjaya1
Ayu Desi Indrawati2
1Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia
e-mail: edy_sanjaya12@yahoo.com / telp: +6281916185464
2Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia

Tujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, kompensasi, dan
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan baik secara simultan maupun secara parsial.
PENDAHULUAN
Menciptakan visi dan misi perusahaan adalah langkah awal yang dilakukan agar tujuan utama tersebut dapat tercapai. Pengelolaan yang baik dan sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan perusahaan demi tercapainya tujuan utama perusahaan tersebut. Suatu keberhasilan yang ingin dicapai oleh perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawannya.
·           Kompetensi dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja. Kompetensi diperlukan untuk membantu organisasi untuk menciptakan budaya kinerja tinggi. Banyaknya kompetensi yang digunakan oleh sumber daya manusia akan meningkatkan kinerja (Wibowo, 2012:323).
·           Pemberian kompensasi yang adil dan layak akan meningkatkan ketekunan karyawan dalam bekerja (Sutrisno, 2011:189). Kompensasi yang diberikan diharapkan agar dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di dalam perusahaan. Kompensasi yang dikelola dengan baik dapat membantu perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan (Ardana, dkk.,2012:153).
·           Lingkungan kerja memiliki arti penting dalam mempengaruhi kinerja. Sutrisno (2011:118) menyatakan bahwa seluruh sesuatu yang berada di sekitar karyawan dapat dikatakan sebagai lingkungan kerja baik fisik dan non fisik. Lingkungan kerja yang baik akan memberikan rasa nyaman terhadap karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya (Kristiawan dan Suprayitno, 2009).

Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dapat dipaparkan adalah sebagai berikut :
1) Apakah kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pande Agung Segara Dewata ?
2) Apakah kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan PT. Pande Agung Segara Dewata ?

Berdasarkan rumusan masalah maka hipotesis yang dapat dipaparkan adalah
sebagai berikut :
1) Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.
2) Terdapat pengaruh signifikan yang positif secara parsial antara kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

METODE

Penelitian ini berlokasi di PT. Pande Agung Segara Dewata, yang beralamatkan di Jalan Pulau Roti No.9 Pedungan, Denpasar. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 53 orang, maka penelitian ini menggunakan metode sensus dimana sebanyak 53 orang karyawan dijadikan responden.

PEMBAHASAN

Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis data statistik dapat membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial dari variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,853. Hal ini menunjukan kompetensi memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja. Kompetensi karyawan yang baik sangat penting manfaatnya untuk perusahaan, semakin tinggi tingkat kompetensi seorang karyawan, maka kemampuan dalam penyelesaian pekerjaan akan semakin baik. Karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi
akan memiliki kepercayaan diri yang baik untuk tidak membuat kesalahan pada saat bekerja dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Hasil penelitian ini ditunjang oleh penelitian Setiawati (2009) yang menyatakan bahwa kompetensi memiliki korelasi positif dengan kinerja. Menurut Ley et al. (2008) kompetensi wajib dimiliki individu untuk menyelesaikan masing-masing tugas yang dibebankan perusahaan. Penelitian lain yang mendukung adalah penelitian yang dilakukan oleh Mulyono (2012) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesesuaian kompetensi dengan kinerja. Sriwidodo dan Haryanto (2010) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, berarti apabila kompetensi semakin ditingkatkan maka kinerja pegawai akan semakin meningkat.
Penelitian yang dilakukan oleh Vathanophas and Thai-ngam (2007) bahwa untuk mendapatkan kinerja yang efektif pada setiap jabatan, karyawan harus dilengkapi dengan kompetensi yang baik agar kinerja yang dihasilkan memuaskan. Hasil penelitian berikutnya yang dilakukan Ismail and Abidin (2010) menunjukan bahwa kompetensi pekerja mempunyai berpengaruh terhadap kinerja secara signifikan. Selain itu, penelitian ini didukung oleh teori yang dipaparkan oleh Wibowo (2012:324) yang mengemukakan bahwa kompetensi adalah keahlian yang dimiliki oleh seseorang dalan melaksanakan pekerjaan.

Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis data statistik dapat membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial dari variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,493. Hal ini menunjukan kompensasi memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja. Pemberian kompensasi yang layak dan disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing karyawan dapat menentramkan hati karyawan dalam bekerja sehingga pekerjaan yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik.
Sebaliknya, pemberian kompensasi yang tidak adil dan layak akan menimbulkan kecemburuan sosial diantara karyawan yang dapat menyebabkan perselisihan dan akan mengganggu konsentrasi karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya, yang nantinya dapat menurunkan kinerja karyawan di perusahaan. Hasil penelitian ini ditunjang oleh penelitian Dhermawan, dkk. (2012) menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja. kinerja akan meningkat apabila jumlah kompensasi ditingkatkan.
Penelitian lain yang mendukung adalah Widyatmini dan Hakim (2008) menyatakan kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, yang artinya bahwa kinerja karyawan akan tinggi apabila kompensasi yang diberikan juga tinggi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Aktar, et al. (2012) mengatakan terdapat hubungan positif diantara kompensasi dengan kinerja.

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis data statistik dapat membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial dari variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,314. Hal ini menunjukan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja. Lingkungan kerja yang nyaman akan membuat karyawan merasa tenang dalam bekerja, hubungan yang baik dengan atasan maupun rekan kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam bekerja. Ini berarti seluruh hal yang berkaitan dengan lingkungan kerja fisik maupun non fisik dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Hasil penelitian ini ditunjang oleh penelitian Artana (2012) yang menyatakan lingkungan kerja dapat mempengaruhi karyawan pada saat melakukan pekerjaanya. Penelitian lain yang dilakukan oleh Taiwo (2010) lingkungan kerja yang tidak baik dapat menyebabkan masalah terhadap produktivitas yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja dari karyawan. Utami dan Hartanto (2010) menyatakan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Penelitian berikutnya yang dilakukan oleh Salwa, dkk. (2012) menyatakan bahwa secara parsial lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan. Chandrasekar (2011) dalam penelitiannya menyatakan terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kinerja dimana dengan ketidak nyamanan yang terjadi di tempat kerja dapat mengakibatkan tingkat kesalahan karyawan meningkat dan akan mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Leblebici (2012) menyatakan bahwa lingkungan kerja memainkan peran penting bagi karyawan di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kinerjanya.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
1) Secara simultan dapat diketahui bahwa variabel kompetensi, kompensasi, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
2) Secara parsial dapat diketahui bahwa variabel kompetensi, kompensasi, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan adalah
sebagai berikut.
1) Perusahaan harus dapat memberikan sebuah pelatihan dan pengarahan yang rutin dilakukan, hal ini dikarenakan kurangnya kompetensi karyawan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya masing-masing.
2) Perusahaan juga sebaiknya memperhatikan pemberian kompensasi untuk
seluruh karyawan.
3) Perusahaan juga sebaiknya memperhatikan kondisi lingkungan kerja fisik dan non fisik seperti melakukan penataan alat-alat dan ruangan agar memudahkan gerak karyawan dalam melakukan pekerjaan.



REFERENSI
Abbas, Qaisar and Sara Yaqoob. 2009. Effect Of Leadership Development On Employee Performance In Pakistan. Pakistan Economic and Social Review, 47(2), pp:269-292
Aktar, Serena, Muhammad Kamruzzaman Sachu and Md. Emran Ali. 2012. The
Impact of Rewards on Employee Performance in Commercial Banks of Bangladesh: An Empirical Study. IOSR Journal of Business and Management, 6(2), pp:9-15
Ardana, Komang, Ni Wayan Mujiati, dan I Wayan Mudiartha Utama. 2012.
Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Artana, I Wayan Arta. 2012. Pengaruh Kepemimpinan, Kompensasi, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Di Maya Ubud Resort & SPA). Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, 2(1): h:66-80
Chandrasekar, K. 2011. Workplace Environment and Its Impact on Organisational
Performance In Public Sector Organisation. International Journal of Enterprise Computing and Business System, 1(1), pp:1-19
Dhermawan, Anak Agung Ngurah Bagus, I Gde Adnyana Sudibya, I Wayan Mudiartha Utama. 2012. Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, Kompetensi, Dan Kompensasi Terhadap kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, 6(2): h:173-184
Ismail, Rahman and Syahida Zainal Abidin. 2010. Impact Of Workers’ Competence On Their Performance In The Malaysian Private Service Sector. Business and Economic Horizonz, 2(2), pp:25-36
Kristiawan, Dody dan Suprayitno. 2009. Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 3(2): h:115-121
Ley, Tobias, Dietrich Albert and Stefanie Lindstaedt. 2007. Competency Management Using The Competence Performance Approach: Modeling, Assessment, Validation, And Use. http://www.ideagroup. com. Diunduh tanggal 9 April 2013
Ley, Tobias, Armin Ulbrich, Peter Scheir, Stefanie N. Lindstaedt, Barbara Kump
and Dietrich Albert. 2008. Modeling Competencies For Supporting Work-Integrated Learning In Knowledge Work. Journal Of Knowledge Management, 12(6), pp:31-47
Leblebici, Demet. 2012. Impact of Workplace Quality on Employee’s Productivity: Case Study of Bank in Turkey. Journal of Business, Economic & Finance, 1(1), pp:38-49
Lewa, Eka Idham Iip K dan Subowo. 2005. Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Fisik Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Pertamina (Persero) Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat, Cirebon. Sinergi Kajian Bisnis Dan Manajemen, 2(5): h:129-140
Marwansyah. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Bandung: CV. Alfabeta
Muljani, Ninuk. 2002. Kompensasi Sebagai Motivator Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jurnal manajemen & Kewirausahaan, 4(2): h:108-122
Mulyono. 2012. Pengaruh Kesesuaian Kompetensi Dan Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Negeri Sipil Bagian Administrasi Pada SekolahMenengah Atas Negeri Kota Malang. Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 1(1): h:85-91

            Dll.

Sabtu, 28 Maret 2015

 Perekonomian Indonesia
( Pasar Saham Indonesia 2014-2015 )


Pada tahun 2014 kemarin para investor saham telah mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi karena kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Sekarang di tahun kambing ini apakah Prospek Pasar Saham 2015 masih dikatakan cukup cerah? Apakah di tahun baru ini IHSG masih dapat mengulangi prestasinya? Berikut ulasannya.
Pada tahun 2015 ini terdapat beberapa kondisi yang berpeluang untuk memberikan sentimen positif pada pergerakan harga pasar saham di tahun ini. Kondisi-kondisi yang dimaksud adalah,
Ekonomi global atau perekonomian Amerika Serikat yang berpotensi masih bertumbuh. Peningkatan pertumbuhan ekonomi didorong oleh rendahnya harga energi dan suku bunga yang juga rendah. Sementara pertumbuhan PDB yang meningkat akan membawa dampak baik bagi pertumbuhan laba perusahaan. Bertumbuhnya profit perusahaan pada umumnya akan menyebabkan meningkatnya harga saham sehingga prospek investasi saham 2015 masih akan cerah.
Rendahnya harga energi. Sampai akhir tahun 2015 harga minyak mentah diprediksi akan bertahan pada level rendah. Dugaan ini memperkirakan bahwa pada tahun ini harga minyak mentah adalah sekitar $74 per barel. Menurunnya harga energi ini dapat mendorong laju perekonomian.
Di tahun 2014 kondisi ekonomi di tanah air. Di tahun lalu memang dapat dikatakan bahwa perekonomian Indonesia mengalami banyak tekanan sehingga laju IHSG pun hanya bergerak pada level 5200 hingga pada akhir tahun. Tetapi pada tahun ini diprediksi bahwa kondisi ekonomi akan lebih baik dibandingkan tahun 2014 lalu. Kondisi yang membaik ini dikarenakan turunnya harga minyak dunia yang berdampak pada berkurangnya beban subsidi BBM. Dengan demikian rapor keuangan juga akan membaik. Beberapa lembaga termasuk pemerintah memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di tanah air dapat menyentuh level 5,8%.
Kondisi politik tanah air. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pada tahun 2014 terjadi banyak ketegangan politik terutama mendekati masa pemilihan presiden. Tetapi di tahun 2015 ini diprediksi ketegangan politik tersebut akan mereda sehingga pembangunan dapat terus berjalan.
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham:
Kondisi perekonomian negara-negara di Eropa, Cina, dan Jepang. Kondisi perekonomian di Eropa dan Jepang di tahun 2015 tengah mengalami resesi sementara perekonomian Cina menurun.
Rencana kenaikan suku bunga The Fed. Pemulihan ekonomi Amerika Serikat pasca krisis ekonomi global yang lalu membuat rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve berpeluang terealisasi. Kenaikan suku bunga bank central Amerika ini biasanya akan diikuti oleh bank sentral negara lain termasuk di tanah air dan dampaknya adalah beban keuangan perusahaan bisa semakin meningkat. Bank sentral Amerika diprediksi akan meningkatkan suku bunga pada bulan Juli atau paling lambat bulan Oktober 2015.
Para analis pada umumnya memprediksi kondisi pasar saham di tahun kambing ini cukup menjanjikan. Beberapa pakar memperkirakan IHSG menyentuh level 5700, sementara beberapa analis yang lain dengan optimis menyebutkan bahwa IHSG berpeluang untuk mencapai level 6300. Yang jelas prospek Pasar Saham 2015 akan sangat menjanjikan walaupun dengan volatilitas yang lebih tinggi. Dengan demikian pergerakan naik turunnya harga juga akan lebih bergejolak.
Jika melihat data yang tercatat pada pasar saham Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia yang pertama kali terhitung, yaitu per tanggal 10 Agustus 1982, imbal hasil investasi ini hingga tahun 2013 adalah sebesar 4,273% atau senilai dengan 142% pertahunnya. Hasil investasi ini memang terbukti sangat tinggi, tetapi pada tahun-tahun tertentu memang IHSG mengalami fluktuasi dan terkoreksi. Pasar saham adalah pasar yang menjanjikan imbal hasil yang lebar walaupun sarat akan volatilitas.
Dengan berbagai resiko volatilitas dan tanpa jaminan kepastian pasar saham, para investor masih bersedia menanamkan modalnya pada pasar saham karena jika dibandingkan dengan instrumen investasi keuangan yang lain misalnya deposito dan tabungan atau obligasi, saham masih lebih unggul dari aspek kinerjanya. Investasi saham memang sesuai sebagai rencana investasi jangka panjang. Bandingkan dengan tabungan yang hanya memberikan tingkat imbal hasil yang rendah sehingga dana setiap harinya dapat berkurang. Dana juga akan digerogoti oleh inflasi jika tidak bertambah lebih tinggi atau minimal sama dengan tingkat inflasi.
Pada pasar modal, turunnya harga-harga saham di pasar secara historis berlangsung dalam waktu singkat sehingga investasi jangka panjang secara historis memberikan profit lebih besar. Dan kenaikan harga-harga saham pada umumnya berlangsung dalam durasi lama dan berawal dengan lonjakan tajam. Walaupun Prospek Pasar Saham 2015 dapat dikatakan cerah, memang selalu ada tantangan atau krisis yang berpotensi terjadi. Tetapi pasti akan ada upaya untuk memperbaiki kondisi ini karena tentu tidak ada negara atau siapa pun yang berada pada situasi sulit dalam jangka waktu yang lama.
Dalam sebuah penelitian yang menghitung pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan selama 15 tahun terbukti bahwa durasi imbal hasil yang positif ternyata berlangsung lebih lama dibandingkan dengan periode imbal hasil negatif. Pada riset tersebut, tercatat imbal hasil negatif berlangsung selama 5 tahun, sementara imbal hasil positif berlangsung selama 10 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa investor cukup memiliki waktu untuk mengatasi kerugiannya saat pasar mengalami penurunan. Bahkan mereka dapat membukukan profit selama pasar berada pada kondisi bullish atau naik.
Bursa saham Indonesia mencetak pertumbuhan tertinggi ke empat di antara bursa saham unggulan Asia Pasifik dan dunia.

IHSG kemarin ditutup naik 48,574 poin (0,938 persen) ke level 5.226,947 dan indeks LQ45 naik 5,77 poin (0,65 persen) ke level 898,58. Pada saat yang sama nilai tukar Rupiah kemarin ada di level 12.436 per dolar Amerika Serikat (USD) dibandingkan 12.434 per USD pada penutupan sebelumnya (kurs tengah Bank Indonesia).
Investor asing sepanjang tahun ini mencatatkan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 42,597 triliun dan masih sebagai sejarah tertinggi pembelian bersih yang dilakukan investor asing di bursa saham Indonesia.
IHSG sendiri secara year to date alias sejak awal tahun sampai dengan ditutup kemarin mencatatkan kenaikan 22,29 persen. Dengan begitu maka bursa saham Indonesia ada di tempat keempat daftar bursa saham dengan pertumbuhan tertinggi di dunia di bawah bursa saham Tiongkok (49,61 persen), bursa saham India (29,29 persen), dan bursa saham Filipina (22,76 persen).
Salah satu investasi yang banyak diminati oleh masyarakat selain investasi emas batangan dan saham adalah reksadana. Prospek Investasi Reksadana 2015dapat dikatakan masih cukup cerah karena berdasarkan data dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, dana kelolaan reksa dana mencapai 239, 93 triliun rupiah hingga 24 desember 2014. Angka ini masih merupakan kelolaan reksa saham yang terbesar jika dibandingkan dengan produk reksa dana yang lainnya. Dana kelolaan reksadana saham totalnya mencapai 104, 42 triliun rupiah.
PT Infovesta mengungkapkan datanya bahwa rata-rata imbal hasil reksa dana saham memang yang paling tinggi jika dibandingkan dengan produk reksa dana yang lain. Per tanggal 30 november 2014 diperoleh data bahwa rata-rata imbal hasil reksadana saham mencapai 25,82%. Yosua Zisokhi, analis PT Infovesta menyebutkan bahwa di akhir tahun 2015 reksa dana saham masih dapat memberikan kinerja sekitar 8,7% hingga 11,6%. Hal ini dapat direalisasikan karena adanya peningkatan ekonomi Indonesia dan prediksi laba emiten yang membaik. Maka peluangnya sangatlah bagus dan tetap menjadi pilihan investasi yang baik.
Hal-hal yang menjadi tantangan untuk prospek Investasi Reksadana 2015 adalah perlambatan ekonomi global dan kemungkinan kenaikan suku bunga dari bank central Amerika Serikat. Saran yang dapat diberikan oleh Fund Manager PT AAA Aset Management, Akuntino bagi Anda yang ingin berinvestasi Reksadana adalah sebaiknya memperhatikan sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi. Faktor-faktor tersebut adalah pelaku pasar, pertimbangan tujuan investasi, waktu investasi, dan potensi resiko investasi.

Sumber :


Minggu, 19 Oktober 2014

Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa

Tujuh Rahasia Sukses Pengusaha Tionghoa


Orang Tionghoa, khususnya yang hidup di perantauan, kerap dianggap bertangan dingin dalam berbisnis. Inilah 7 rahasia kaum Tionghoa menjadi pengusaha sukses!

1. Terlibat sejak dini
Di kalangan pebisnis Tionghoa, melibatkan keluarga sejak dini adalah hal biasa. Bila seorang ayah membuka rumah makan, maka anak-anaknya ditugaskan menjadi pelayan, sedangkan istri menjadi kasir. Begitu anak beranjak dewasa, mereka sudah menguasai seluk-beluk bisnis di luar kepala dan menjalankannya tanpa canggung.

2. Administrasi dan pembukuan yang baik
Sangat jarang toko yang dijalankan pengusaha Tionghoa kehabisan stok barang.
Sebab mereka menerapkan sistem administrasi barang yang baik. Sedangkan pembukuan
yang baik membuat arus kas berjalan lancar.

3.  Dua puluh persen biaya hidup
Sebelum bisnis benar-benar sukses (dengan kata lain sudah kaya raya), orang Tionghoa
terbiasa hidup sederhana, yaitu dengan cara menggunakan hanya 20 persen dari
penghasilan mereka. Bila punya pendapatan Rp 10 juta, maka yang digunakan untuk biaya
hidup hanya Rp 2 juta saja dan sisanya ditabung atau diinvestasikan.

4. Berani ambil risiko
Keyakinan bahwa selalu ada kesempatan di setiap rintangan, membuat pengusaha
Tionghoa lebih berani mengambil risiko. Kata gagal sepertinya sudah dihapus dari
kamus mereka.

5.  Survei dan belajar
Pengusaha Tionghoa yang akan memulai usaha tak segan bertanya dan belajar kepada
siapa pun untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai usaha yang akan
dimulainya. Mempelajari dengan sungguh-sungguh tentang usaha yang akan digeluti
membuat usaha mereka cepat meroket, karena sudah tahu seluk beluknya.

6. Pelayanan terbaik
Ada pepatah Tionghoa yang mengatakan, ‘Jika tak pandai tersenyum, jangan membuat
toko.” Maksudnya, Anda harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Tanpa
pelayanan yang memuaskan, dijamin pelanggan akan pindah ke toko sebelah.

7. Memelihara relasi

Pengusaha Tionghoa terkenal pandai menjaga hubungan dengan pelanggannya. Hal
sederhana yang acap dilakukan adalah memberikan hadiah kepada pelanggan. Meski
tak selalu berharga mahal, namun tetap akan meninggalkan kesan baik bagi
pelanggannya, sehinga mereka ingin selalu kembali ke toko tersebut. 
Valdi Corp Konveksi 

Latar Belakang Masalah

Dengan semakin berkembangnya dan semakin tingginya kebutuhanmasyarakat terhadap pelayanan yang berhubungan dengan kebutuhan fashion, maka kami berinisiatif untuk membuka suatu usaha konveksi yang up to date dan mengerti akan kebutuhan masyarakat.

Perumahan Komp.Beji, Depok merupakan perumahan yang relatif baru dibangun dan mayoritas masyarakat di Perumahan tersebut adalahadalah masyarakat yang mempunyai pola pikir yang sudah maju dan modern. Mereka seringkali mencari fashion-fashion ataupun kebutuhan lainnya yang ter up to date.

Daerah sekitar Perumahan ini sangat tepat untuk membuka usaha konveksi, karena hingga saat ini sangat sedikit sekali atau boleh dikatakan belum ada tempat yang memberi pelayanan kebutuhan fashion di sekitar.

Identifikasi Masalah

Berkaitan dengan judul makalah, maka masalah yang dapat diidentifikasi adalah sebgai beikut :
1. Apa saja hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memulai dan menjalankan usaha konveksi ini ?
2. Bagaimana cara agar usaha konveksi  ini dapat dikenal oleh masyarakat ?
3. Bagaimana cara agar usaha konveksi  ini dapat bertahan dan berkembang dalam penjualan?

Pembatasan Masalah

Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :
·         Hal yang perlu diperhatikan dalam memulai usaha konveksi  ini dan kiat-kiat dalam menjalankannya.
·          Konsep pemasaran dalam usaha konveksi ini.
·         Hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu barang dan penjualannya.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :
·         Bagaimana deskripsi dalam memulai dan menjalankan usaha konveksi ?
·         Bagaimana deskripsi konsep pemasaran dalam usaha konveksi ?
·         Bagaimana deskripsi hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu barang dan penjualan ?



 Usaha Konveksi

Usaha yang  akan dikembangkan diberi nama “Vinn Corp Konveksi”. Karena dengan nama tersebut mudah di ingat dan unik. Serta  juga akan mengutamakan kualitas dan mutu dari produk usaha yang  dibuat.

Tujuan

Tujuan  mendirikan Vinn Corp Konveksi . Hanya untuk mencari laba(keuntungan) yang besar.menjadikan usahanya dikenal di Indonesia sebagai satu-satunya usaha fashion yang mengedepankan kualitas, mutu, dan kepuasan pelanggan.

Visi dan Misi

VISI
·         Menjadikan sebuah jenis usaha konveksi yang maju dan kreatif dalam mengeluarkan setiap desain dan barangnya.
·         Berusaha memberikan yang terbaik dalam usaha urusan fashion baju guna memuaskan konsumen,sehingga sepatu lukis kami lebih unggul.
·         Menyediakan kwalitas barang/produk yang unggulan dan bersaing dengan mutu terbaik.
·         Menjadikan sebuah konveksi yang terkenal didalam dan diluar daerah.

MISI
·         Menjual produk berkualitas dan bermutu tinggi dengan harga yang cocok untuk kalangan anak muda dan melalui pengolahan yang profesional demi kepuasan pelanggan.sehingga banyak konsumen yang minat.
·         Pantang menyerah demi kemajuan dan kepuasan konsumen.
·         Menjalin kemitran kerja sama dengan pemasok dan penyalur yang saling menguntungkan.
·         Mengelola usaha fashion sesuai dengan bisnis yang sehat dengan didukung oleh kreatifitas dan imajinasi seseorang  dan sumber daya manusia yang professional guna mendukung gerakan generasi usaha muda.

Target Pelanggan

Target pelanggan Konveksi ini adalah :
·         Masyarakat Umumyang sedang terpengaruh oleh fashion- fashion yang uptodate. Mereka adalah pengguna baju-baju yang memiliki ciri khas tertentu.
·         Mahasiswa yang aktif Organisasi
·         Pelajar yang aktif Organisasi
·         Pemerintahan ( Pemilu )




Perencanaan Laba Rugi
INVESTASI
JUMLAH (RP)
Biaya tetap
1.      Penyusutan gedung dan peralatan
Rp.   7.000.000,-
2.      Gaji pegawai
Rp. 60.000.000,-
Jumlah
Rp. 67.000.000,-
Biaya variable/ produksi
Kulakan baju grosir
Rp. 600.000.000,-
Jumlah 
Rp. 600.000.000,-
Biaya-biaya lain
1.   Listrik                                     
2.   Asuransi                                             
3.   Transportasi    
4.   Administrasi
5.   Pajak   
     Website Domain
Rp. 12.000.000,-
Rp. 11.000.000,-
Rp.   6.500.000,-
Rp.   4.500.000,-
Rp.   2.750.000,-
    Rp.      150.000,-
Total Modal produksi
Rp. 36.850.000,-
TOTAL MODAL (PENGELUARAN)
Rp. 703.700.000,-
Pendapatan
Penjualan aneka pakaian dan fashion
Rp. 960.000.000,-
TOTAL PENDAPATAN
Rp. 960.000.000,-
PROYEKSI LABA/RUGI(KEUNTUNGAN)
Total Pendapatan
Total modal / Pengeluaran

Rp. 960.000.000,-
Rp. 703.700.000,-
TOTAL KEUNTUNGAN BERSIH
Rp. 256.300.000,-
Prospek ke depan

Konveksi memiliki prospek yang sangat bagus kedepannya. Dilihat dari budaya masyarakat dan demokrasi kita, prospek konveksi memang sangat memjanjikan. Contohnya saja ketika masa pemilu baik pemilu daerah ataupun partai.Konveksi juga biasa dinikmati oleh para aktifis-aktifis pelajar atau mahasiswa yang aktif organisasi untuk membuat seragam organisasi.