Sabtu, 17 Oktober 2015

KONSEP, ALIRAN & SEJARAH KOPERASI


KONSEP KOPERASI
Munkner dari university of Marburg, Jerman Barat membedakan konsep koperasi menjadi dua, yaitu :
1. Konsep Koperasi Barat
Konsep Koperasi Barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.
Dari pengertian di atas koperasi dapat dinyatakan secara negative, yaitu :
“ organisasi bagi egoisme kelompok “. Namun demikian unsure egoistic ini diimbangi dengan unsure positif juga, yaitu :
  • Keinginan individual dapat dipuaskan dengan cara bekerjasama antarsesama anggota, dengan saling membantu dan saling menguntungkan.
  • Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mendapatkan keuntungan dan resiko bersama.
  • Hasil berupa surplus / keuntungan didistribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah disepakati.
  • Keuntungan yang belum didistribusikan akan dimasukan sebagai cadangan koperasi.
Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya :
  • Promosi kegiatan ekonomi anggota.
  • Pengembangan usaha perusahaan koperasi dalam hal investasi, formasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerjasama antar koperasi secara horizontal dan vertical.
 Dampak koperasi secara tidak langsung terhadap anggotanya :
  • Pengembangan kondisi social ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan.
  • Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil, misalnya inovasi teknik dan metode produksi.
  • Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan pelanggan, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.
2.  Konsep Koperasi Sosialis
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
Sebagai alat pelaksana dari perencanaan yang ditetapkan secara sentral, maka koperasi merupakan bagian dari suata tata administrasi yang menyeluruh, berfungsi sebagai badan yang turut menentukan kebijakan public, serta merupakan badan pengawasan dan pendidikan. Peran penting koperasi lain adalah sebagai wahana untuk mewujudkan kepemilikan kolektif sarana produksi dan untuk mencapai tujuan social politik. Menurut konsep ini, koperasi tidak berdiri sendiri tetapi merupakan subsistem dari system sosialisme untuk mencapai tujuan-tujuan system sosialis – komunis.
3Konsep Koperasi Negara Berkembang
Koperasi sudah berkembang dengan cirri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangannya.
Perbedaan dengan konsep sosialis :
  • Konsep Sosialis : tujuan koperasi untuk merasionalkan factor produksi dari kepemilikan pribadi ke pemilikan kolektif.
  • Konsep Negara Berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
Perbedaan aliran dalam kkoperasi berkaitan erat dengan factor ideology dan pandangan hidup (way of life) yang dianut oleh Negara dan masyarakat yang bersangkutan. Secara garis besar, ideology Negara-negara di dunia ini dapat dikelompokan menjadi 3, yaitu :
  • Liberalism / Kapitalisme
  • Sosialisme
  • Tidak termasuk liberalism maupun sosialisme        
Implementasi dari masing-masing ideology ini melahirkan system perekonomian yang berbeda-beda. Pada gilirannya, suatu system perekonomian tertentu akan saling menjiwai dengan koperasi sebagai subsistemnya.
Keterkaitan Ideologi, system perekonomian, dan aliran koperasi
Hubungan ideology, system perekonomian, dan aliran koperasi
Aliran Koperasi
Dengan mengacu kepada keterkaitan ideology dan system perekonomian di suatu Negara, maka secara umum aliran koperasi yang diianut oleh berbagai Negara di dunia dapat dikelompokan berdasarkan peran gerakan  koperasi dalam system perekonomian dan hubungannya dengan pemerintah. Paul Hubert membaginya menjadi 3 aliran, yaitu :
  • Aliran Yardstick
  • Aliran Sosialis
  • Aliran Persemakmuran (Commonwealth)
Aliran Yardstick
  • Umumnya dijumpai pada Negara-negara yang berideologis kapitalis atau yang menganut system perekonomian liberal.
  • Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh system kapitalisme.
  • Aliran ini menyadari bahwa organisasi koperasi sebenarnya kurang berperan penting dalam masyarakat, khususnya dalam system dan struktur perekonomiannya.
  • Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah melakukan koperasi dengan swasta secara seimbang dalam pengembangan usaha. Jadi, maju tidaknya koperasi tetap terletak di anggota koperasi itu sendiri.
Aliran Sosialis
  • Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
  • Akan tetapi dalam perkembangannya, kaum sosialis kurang berhasil memanfaatkan koperasi bagi kepentingan mereka. Kemudian, kaum sosialis yang diantaranya berkembang menjadi kaum komunis mengupayakan gerakan koperasi sebagai system komunis itu sendiri. Koperasi dijadikan sebagai alat pemerintah dalam menjalankan program-programnya. Dalam hal ini, otonomi koperasi menjadi hilang.
  • Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di Negara-negara ERopa Timur dan Rusia.
Aliran Persemakmuran
  • Memandang koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
  • Koperasi sebagai wdah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
  • Mereka yang menganut aliran ini berpendapat bahwa, untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi rakyat  terutama yang berskala kecil akan lebih mudah dilakukan apabila melalui organisasi koperasi.
  • Organisasi ekonomi system kapitalis masih ttetap dibiarkan berjalan, akan tetapi tidak menjadi sokoguru perekonomian.
  • Koperasi berperan untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang adil dan merata dimana koperasi memegang peranan yang utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
  • Hubungan pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat kemitraan (partnership), dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.
“Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” karangan E.D. Damanik
Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :
  • Cooperative Commonwealth School
  • School of Modified Capitalism / School of Competitive Yardstick
  • The Socialist School
  • Cooperative Sector School
 Cooperative Commonwealth School
  • Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan  dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.
  • M. Hatta dalam pidatonya tgl. 23 Agustus 1945 dg judul “Indonesia Aims and Ideals”, mengatakan bahwa yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi (what we Indonesias want to bring into existence is a Cooperative Commonwealth)
School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis
The Socialist School
Suatu paham yang menganggap koperasi  sebagai bagian dari sistem sosialis
Cooperative Sector School
            Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara  kapitalis dan sosialis.

SEJARAH LAHIRNYA KOPERASI
  • 1844 di Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Th 1852 jumlah koperasi di Inggris sudah mencapai 100 unit
  • 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale Society (CWS)
  • 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen
  • 1808 – 1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze
  • 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance) maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional
SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA
  • 1895 di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, “Seratus Tahun Koperasi di Indonesia”). Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto dkk mendirikan Bank Simpan Pinjam untuk menolong teman sejawatnya para pegawai negeri pribumi melepaskan diri dari cengkeraman pelepas uang.
Bank Simpan Pinjam tersebut, semacam Bank Tabungan jika dipakai istilah UU No. 14 tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perbankan, diberi nama “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” = Bank Simpan Pinjam para ‘priyayi’ Purwokerto.
Atau dalam bahasa Inggris “the Purwokerto Mutual Loan and Saving Bank for Native Civil Servants”
  • 1920 diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr. JH. Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen.  Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki apakah koperasi bermanfaat di Indonesia.
  • 12 Juli 1947, diselenggarakan kongres gerakan koperasi se Jawa yang pertama di Tasikmalaya
  • 1960 Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 140 tentang Penyaluran Bahan Pokok dan menugaskan koperasi sebagai pelaksananya.
  • 1961, diselenggarakan Musyawarah Nasional Koperasi I (Munaskop I) di Surabaya untuk melaksanakan prinsip Demokrasi Terpimpin dan Ekonomi Terpimpin.
  • 1965, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 14 th 1965, dimana prinsip NASAKOM (Nasionalis, Sosialis dan Komunis) diterapkan di Koperasi. Tahun ini juga dilaksanakan Munaskop II di Jakarta.
  • 1967 Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 12 tahun 1967  tentang Pokok Pokok Perkoperasian disempurnakan  dan diganti dengan UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian.
  • Peraturan Pemerintah No.9 tahun 1995 tentang kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Koperasi.

Sabtu, 20 Juni 2015

Soal Perekonomian Indoneisa

1.       Apa yang anda ketahui tentang  perekonomian indonesia?
Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.ekonomi makro yang sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi saat ini.salah satu pertumbuhan ekonomi itu dapat dilihat dengan permintaan domestik masih akan menjadi penopang utama kinerja perekonomian. Selain itu, ekspor dan impor, serta investasi.
2.       Jelaskan masalah yang menjadi tantangan perekonomian indonesia dimasa yang akan datang!
kegiatan investasi juga masih tumbuh terbatas. Kinerja pertumbuhan ekonomi yang masih cukup tinggi terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap solid.
menghadapi tantangan perbaikan layanan kesehatan, pemerintahan baru saat ini juga dihadapkan pada persoalan pendapatan negara yang terus menurun hanya sedikit di atas 11 persen dari PDB. Apabila tidak dilakukan reformasi, total penerimaan PDB diproyeksikan akan semakin menurun menjadi 13,7 persen di tahun 2019.
Pengganguran salah satu masalah utama indonesia yang selalu ada.Melambatnya pergerakan roda ekonomi membawa dampak bagi sektor ketenagakerjaan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam kurun waktu satu tahun tingkat pengangguran di Indonesia mengalami pertambahan sebanyak 300 ribu jiwa.

Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Agustus 2014 sebanyak 210 ribu jiwa. Sementara jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu bertambah 300 ribu jiwa.

Suryamin menjelaskan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mencapai 7,4 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami kenaikan untuk tingkat pendidikan tinggi.
3.       Sebutkan 6 indikator pengelolaan hutang indonesia membaik versi indonesia!
·         Utang nominal bertambah tapi PDB naik tajam sehingga rasio utang/PDB turun tajam terutama sejak 2005
·         Tambahan pinjaman luar negeri netto negatif sejak 2005, artinya Indonesia membayar pinjaman luar negeri jauh lebih besar dari penarikan pinjaman baru.
·         Utang yang bertambah (nominalnya) adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SUN & Sukuk) rupiah yang diterbitkan di dalam negeri agar dapat mengurangi pinjaman luar negeri sekaligus mendorong pengembangan pasar modal.
·         Rezim sebelum Pemerintahan saat ini mengandalkan penjualan aset negara melalui privatisasi dan penjualan aset bank reka
·         Dalam sejarah kredit rating RI, selama rezim sebelum SBY pernah mengalami 'SELECTIVE                DEFAULT' 2 kali. Rahmat menjelaskan, artinya perekonomian negara dianggap brengsek dan tidak bisa bayar utang.
·         BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas bagian anggaran pengelolaan utang
4.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan pembangunan berwawasan nusantara?
Wawasan adalah pandangan hidup suatu bangsa yang dibentuk oleh kondisi lingkungannya. Kondisi lingkungan hidup bangsa Indonesia adalah pulau atau kepulauan yang terletak di antara samudera pasifik dan atlantik, di antara benua Asutralia dan Asia (Nusantara).
Pembangunan berwawasan nusantara sebenarnya tidak lain adalah pembangunan yang berwawasan ruang. Pembangunan berwawasan ruang (ekonomi regonal) tersirat dalam argumentasi Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab daerah miskin kurang mampu berkembang secepat seperti yang terjadi di daerah yang lebih kaya (Suroso, 1994)
5.       Sebutkan manfaat pembangunan infrastruktur dibagian indonesia timur?
Pada saat ini sudah hampir menjadi kesimpulan umum bahwa infrastruktur adalah fundamental perekonomian Indonesia. Bahwa daerah atau kawasan Indonesia Timur merupakan wilayah strategis guna membangkitkan potensi nasional. Oleh karena itu hari ini adalah saat yang tepat guna meletakkan kemauan bersama menyusun konsep pembangunan infrstruktur kawasan Timur Indonesia yang bersumber pada kesadaran penguasaan teknologi dan keunggulan sumberdaya daerah. Pemetaan kebutuhan infrastruktur lima tahun ke depan berdasarkan jenis inftrastruktur seperti; jalan, listrik, gas, air bersih, pelabuhan, telekomunikasi, moda transportasi, dan lain-lain serta berdasarkan tipologi kewilayahan.
·         Pembangunan infrastruktur transportasi perdesaan guna mendukung peningkatan aksessibilitas masyarakat desa, yaitu: jalan, jembatan, tambatan perahu;
·         Pembangunan infrastruktur yang mendukung produksi pertanian, yaitu: irigasi perdesaan.
·         Pembangunan infrastruktur yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, meliputi: penyediaan air minum, sanitasi perdesaan
6.       Sebutkan dan jelaskan tiga faktor berkembangnya sektor industri di Indonesia?
·         Pertumbuhan industri atau sektor terbesar yang tengah mengalami perlambatan dan berada pada tingkat yang sangat rendah," kata Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Didik J Rachbini di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat .
·         Kenaikan upah riil umumnya terjadi cukup pesat pada sektor pertambangan. Jadi, dari segi upah, sektor ini tidak akan bermasalah
·         Sektor industri sudah berada dalam kondisi kritis, melempar tenaga kerja formal ke sektor informal .

7.       Sebutkan dan jelaskan 3 indikator dalam pembangunan Indonesia?
• Indikator Moneter

a. Pendapatan perkapita
Indikator yang digunakan untuk membedakan tingkat kemajuan ekonomi anatara negara-negara maju dengan NSB dan juga dapat memberikan gambaran tentang laju pertumbuhan kesejahteraa masyarakat dan juga perubahan corak perbedaan tingkat yang sudah terjadi di antara berbagai negara.

b. Indikator kesejahteraan ekonomi bersih
- Koreksi positif
- Koreksi negatif
• Indikator Non Moneter
a. Indikator sosial
Idikator yang membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat diberbagai negara yaitu dengan menggunakan data yang bersifat bukan moneter untuk menentukan indeks kesejahteraan masyarakat ditiap Negara
b. Indeks kualitas hidup dan Indeks pembangunan manusia

• Indikator Campuran (indikator sosial ekonomi
11.pengaturan perekonomian indonesia pada zaman orde baru yaitu:
Jawaban;
pemerintahan Orde Baru sudah jauh menyimpang dari sistem perekonomian Pancasila. Dalam Pasal 33 UUD 1945 tercantum bahwa dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Sebaliknya, sistem ekonomi yang berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru adalah sistem ekonomi kapitalis yang dikuasai oleh para konglomerat dengan berbagai bentuk monopoli, oligopoly, dan diwarnai dengan korupsi dan kolusi.
8.       Sebutkan ciri-ciri utama perekonomian Indonesia?
Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.
9.       Sebutkan dan jelaskan kebijakan pemerintahan dalam mengatasi krisis ekonomi?
1. Kebijaksanaan Ekonomi Makro
Kebijaksanaan ekonomi makro yang telah dilaksanakan pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing adalah melalui kebijaksanaan moneter yang ketat disertai anggaran berimbang, dengan membatasi deficit anggaran sampai pada tingkat yang dapat diimbangi dengan tambahan dana dari luar negeri.
2.kebijakan ekonomi mikro
Kebijaksanaan ekonomi mikro yang ditempuh pemerintah, ditujukan, antara lain:
a. program  penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,
b. sistem perbankan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga perbankan;
c. merestrukturisasi hutang luar negeri;
d. mereformasi struktural di sektor riil; dan
e. mendorong ekspor

10.   “Mendapatkan keuntungan atau laba dengan maksimal dengan biaya atau usaha yang minimal” Menurut anda pernyataan ini bener apa salah? Jelaskan?
Menurut saya pernyataan ini BENAR.
Alasannya : Karena ada 2 cara untuk meningkatkan keuntungan, yaitu :
·         Meningkatkan pendapatan dan menekan biaya seefektif mungkin.
·         Jika biaya ditekan seminimal mungkin, maka secara tidak langsung akan meningkatkan laba.


Minggu, 31 Mei 2015

Proyek Migas Bukit Tua Mulai Beroperasi April 2015
Perkembangan proyek minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang, hingga awal Oktober sudah mencapai 65 persen. Pemerintah berharap proyek ini akan mulai beroperasi pada April tahun depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Migas (SKK Migas) Johanes Widjonarko mengatakan produksi awal lapangan ini sebesar 5.000 barel minyak per hari dan 20 juta kaki kubik gas per hari. "Produksinya akan meningkat bertahap hingga mencapai puncak sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari," ujar Widjonarko dalam keterangannya kemarin.
Gas yang diproduksi dari lapangan ini akan dijual ke pembeli dalam negeri, yakni PT Petrogas Jatim Utama. Gas tersebut akan digunakan oleh pembangkit listrik tenaga gas dan uap Gresik, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Jawa Timur.
Sebagaimana diketahui, pekan lalu, Petrogas dengan PC Ketapang II Ltd., Petronas Carigali (Ketapang) Ltd dan PT Saka Ketapang Perdana telah menandatangani amandemen perjanjian jual beli gas di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Menurut Widjonarko, dari amandemen ini akan menambah penerimaan negara sebesar US$ 105 juta atau Rp 1,2 triliun.
Widjonarko juga mengatakan salah satu kemajuan pengembangan proyek ini adalah rampungnya fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production storage and offloading/FPSO). FPSO sepanjang 233 meter ini, dibuat di Galangan Kapal Keppel Singapura, dan diberi nama Ratu Nusantara, yang mewakili kemitraan Indonesia dan Malaysia di Kepulauan Nusantara.
Ratu Nusantara memiliki fasilitas pengolahan 25.000 barel minyak per hari dan 77 juta kaki kubik gas bumi per hari, serta 20.000 barel air per hari. Kapal ini juga dirancang mampu menyimpan hingga 630.000 barel minyak yang telah diproses.
Petronas Carigali Ketapang Ltd, bekerja sama dengan PT M3 Ketapang Sejahtera (konsorsium M3nergy dari Malaysia dan PT Transamudra Usaha Sejahtera dari Indonesia) untuk menyewa FPSO tersebut. Sementara Petronas Carigali merupakan operator Lapangan Bukit Tua. Lapangan Bukit Tua awalnya dikelola Conoco Philips  bermitra dengan Petronas. Sejak 25 Juli 2008 lapangan ini sepenuhnya dikelola Petronas.


Rabu, 29 April 2015

RINGKASAN JURNAL PEREKONOMIAN INDONESIA


RINGKASAN JURNAL
PENGARUH KOMPETENSI, KOMPENSASI DAN
LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
PADA PT. PANDE AGUNG SEGARA DEWATA
I Kadek Edy Sanjaya1
Ayu Desi Indrawati2
1Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia
e-mail: edy_sanjaya12@yahoo.com / telp: +6281916185464
2Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia

Tujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, kompensasi, dan
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan baik secara simultan maupun secara parsial.
PENDAHULUAN
Menciptakan visi dan misi perusahaan adalah langkah awal yang dilakukan agar tujuan utama tersebut dapat tercapai. Pengelolaan yang baik dan sumber daya manusia yang berkualitas sangat diperlukan perusahaan demi tercapainya tujuan utama perusahaan tersebut. Suatu keberhasilan yang ingin dicapai oleh perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawannya.
·           Kompetensi dikatakan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja. Kompetensi diperlukan untuk membantu organisasi untuk menciptakan budaya kinerja tinggi. Banyaknya kompetensi yang digunakan oleh sumber daya manusia akan meningkatkan kinerja (Wibowo, 2012:323).
·           Pemberian kompensasi yang adil dan layak akan meningkatkan ketekunan karyawan dalam bekerja (Sutrisno, 2011:189). Kompensasi yang diberikan diharapkan agar dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di dalam perusahaan. Kompensasi yang dikelola dengan baik dapat membantu perusahaan atau organisasi dalam mencapai tujuan (Ardana, dkk.,2012:153).
·           Lingkungan kerja memiliki arti penting dalam mempengaruhi kinerja. Sutrisno (2011:118) menyatakan bahwa seluruh sesuatu yang berada di sekitar karyawan dapat dikatakan sebagai lingkungan kerja baik fisik dan non fisik. Lingkungan kerja yang baik akan memberikan rasa nyaman terhadap karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya (Kristiawan dan Suprayitno, 2009).

Berdasarkan latar belakang di atas rumusan masalah yang dapat dipaparkan adalah sebagai berikut :
1) Apakah kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Pande Agung Segara Dewata ?
2) Apakah kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan PT. Pande Agung Segara Dewata ?

Berdasarkan rumusan masalah maka hipotesis yang dapat dipaparkan adalah
sebagai berikut :
1) Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.
2) Terdapat pengaruh signifikan yang positif secara parsial antara kompetensi, kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.

METODE

Penelitian ini berlokasi di PT. Pande Agung Segara Dewata, yang beralamatkan di Jalan Pulau Roti No.9 Pedungan, Denpasar. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 53 orang, maka penelitian ini menggunakan metode sensus dimana sebanyak 53 orang karyawan dijadikan responden.

PEMBAHASAN

Pengaruh Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis data statistik dapat membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial dari variabel kompetensi terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,853. Hal ini menunjukan kompetensi memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja. Kompetensi karyawan yang baik sangat penting manfaatnya untuk perusahaan, semakin tinggi tingkat kompetensi seorang karyawan, maka kemampuan dalam penyelesaian pekerjaan akan semakin baik. Karyawan yang memiliki kompetensi yang tinggi
akan memiliki kepercayaan diri yang baik untuk tidak membuat kesalahan pada saat bekerja dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Hasil penelitian ini ditunjang oleh penelitian Setiawati (2009) yang menyatakan bahwa kompetensi memiliki korelasi positif dengan kinerja. Menurut Ley et al. (2008) kompetensi wajib dimiliki individu untuk menyelesaikan masing-masing tugas yang dibebankan perusahaan. Penelitian lain yang mendukung adalah penelitian yang dilakukan oleh Mulyono (2012) menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesesuaian kompetensi dengan kinerja. Sriwidodo dan Haryanto (2010) dalam penelitiannya menyatakan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, berarti apabila kompetensi semakin ditingkatkan maka kinerja pegawai akan semakin meningkat.
Penelitian yang dilakukan oleh Vathanophas and Thai-ngam (2007) bahwa untuk mendapatkan kinerja yang efektif pada setiap jabatan, karyawan harus dilengkapi dengan kompetensi yang baik agar kinerja yang dihasilkan memuaskan. Hasil penelitian berikutnya yang dilakukan Ismail and Abidin (2010) menunjukan bahwa kompetensi pekerja mempunyai berpengaruh terhadap kinerja secara signifikan. Selain itu, penelitian ini didukung oleh teori yang dipaparkan oleh Wibowo (2012:324) yang mengemukakan bahwa kompetensi adalah keahlian yang dimiliki oleh seseorang dalan melaksanakan pekerjaan.

Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis data statistik dapat membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial dari variabel kompensasi terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,493. Hal ini menunjukan kompensasi memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja. Pemberian kompensasi yang layak dan disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing karyawan dapat menentramkan hati karyawan dalam bekerja sehingga pekerjaan yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik.
Sebaliknya, pemberian kompensasi yang tidak adil dan layak akan menimbulkan kecemburuan sosial diantara karyawan yang dapat menyebabkan perselisihan dan akan mengganggu konsentrasi karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya, yang nantinya dapat menurunkan kinerja karyawan di perusahaan. Hasil penelitian ini ditunjang oleh penelitian Dhermawan, dkk. (2012) menyatakan bahwa kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja. kinerja akan meningkat apabila jumlah kompensasi ditingkatkan.
Penelitian lain yang mendukung adalah Widyatmini dan Hakim (2008) menyatakan kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, yang artinya bahwa kinerja karyawan akan tinggi apabila kompensasi yang diberikan juga tinggi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Aktar, et al. (2012) mengatakan terdapat hubungan positif diantara kompensasi dengan kinerja.

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil analisis data statistik dapat membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dan positif secara parsial dari variabel lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,314. Hal ini menunjukan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang searah terhadap kinerja. Lingkungan kerja yang nyaman akan membuat karyawan merasa tenang dalam bekerja, hubungan yang baik dengan atasan maupun rekan kerja dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam bekerja. Ini berarti seluruh hal yang berkaitan dengan lingkungan kerja fisik maupun non fisik dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Hasil penelitian ini ditunjang oleh penelitian Artana (2012) yang menyatakan lingkungan kerja dapat mempengaruhi karyawan pada saat melakukan pekerjaanya. Penelitian lain yang dilakukan oleh Taiwo (2010) lingkungan kerja yang tidak baik dapat menyebabkan masalah terhadap produktivitas yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja dari karyawan. Utami dan Hartanto (2010) menyatakan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Penelitian berikutnya yang dilakukan oleh Salwa, dkk. (2012) menyatakan bahwa secara parsial lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan. Chandrasekar (2011) dalam penelitiannya menyatakan terdapat pengaruh antara lingkungan kerja terhadap kinerja dimana dengan ketidak nyamanan yang terjadi di tempat kerja dapat mengakibatkan tingkat kesalahan karyawan meningkat dan akan mempengaruhi kinerja karyawan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Leblebici (2012) menyatakan bahwa lingkungan kerja memainkan peran penting bagi karyawan di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kinerjanya.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.
1) Secara simultan dapat diketahui bahwa variabel kompetensi, kompensasi, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
2) Secara parsial dapat diketahui bahwa variabel kompetensi, kompensasi, dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan.

Berdasarkan simpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan adalah
sebagai berikut.
1) Perusahaan harus dapat memberikan sebuah pelatihan dan pengarahan yang rutin dilakukan, hal ini dikarenakan kurangnya kompetensi karyawan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya masing-masing.
2) Perusahaan juga sebaiknya memperhatikan pemberian kompensasi untuk
seluruh karyawan.
3) Perusahaan juga sebaiknya memperhatikan kondisi lingkungan kerja fisik dan non fisik seperti melakukan penataan alat-alat dan ruangan agar memudahkan gerak karyawan dalam melakukan pekerjaan.



REFERENSI
Abbas, Qaisar and Sara Yaqoob. 2009. Effect Of Leadership Development On Employee Performance In Pakistan. Pakistan Economic and Social Review, 47(2), pp:269-292
Aktar, Serena, Muhammad Kamruzzaman Sachu and Md. Emran Ali. 2012. The
Impact of Rewards on Employee Performance in Commercial Banks of Bangladesh: An Empirical Study. IOSR Journal of Business and Management, 6(2), pp:9-15
Ardana, Komang, Ni Wayan Mujiati, dan I Wayan Mudiartha Utama. 2012.
Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Artana, I Wayan Arta. 2012. Pengaruh Kepemimpinan, Kompensasi, Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Di Maya Ubud Resort & SPA). Jurnal Perhotelan dan Pariwisata, 2(1): h:66-80
Chandrasekar, K. 2011. Workplace Environment and Its Impact on Organisational
Performance In Public Sector Organisation. International Journal of Enterprise Computing and Business System, 1(1), pp:1-19
Dhermawan, Anak Agung Ngurah Bagus, I Gde Adnyana Sudibya, I Wayan Mudiartha Utama. 2012. Pengaruh Motivasi, Lingkungan Kerja, Kompetensi, Dan Kompensasi Terhadap kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Kantor Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali. Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan, 6(2): h:173-184
Ismail, Rahman and Syahida Zainal Abidin. 2010. Impact Of Workers’ Competence On Their Performance In The Malaysian Private Service Sector. Business and Economic Horizonz, 2(2), pp:25-36
Kristiawan, Dody dan Suprayitno. 2009. Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan kepemimpinan Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 3(2): h:115-121
Ley, Tobias, Dietrich Albert and Stefanie Lindstaedt. 2007. Competency Management Using The Competence Performance Approach: Modeling, Assessment, Validation, And Use. http://www.ideagroup. com. Diunduh tanggal 9 April 2013
Ley, Tobias, Armin Ulbrich, Peter Scheir, Stefanie N. Lindstaedt, Barbara Kump
and Dietrich Albert. 2008. Modeling Competencies For Supporting Work-Integrated Learning In Knowledge Work. Journal Of Knowledge Management, 12(6), pp:31-47
Leblebici, Demet. 2012. Impact of Workplace Quality on Employee’s Productivity: Case Study of Bank in Turkey. Journal of Business, Economic & Finance, 1(1), pp:38-49
Lewa, Eka Idham Iip K dan Subowo. 2005. Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja Fisik Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Di PT. Pertamina (Persero) Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat, Cirebon. Sinergi Kajian Bisnis Dan Manajemen, 2(5): h:129-140
Marwansyah. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Bandung: CV. Alfabeta
Muljani, Ninuk. 2002. Kompensasi Sebagai Motivator Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jurnal manajemen & Kewirausahaan, 4(2): h:108-122
Mulyono. 2012. Pengaruh Kesesuaian Kompetensi Dan Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Negeri Sipil Bagian Administrasi Pada SekolahMenengah Atas Negeri Kota Malang. Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 1(1): h:85-91

            Dll.

Sabtu, 28 Maret 2015

 Perekonomian Indonesia
( Pasar Saham Indonesia 2014-2015 )


Pada tahun 2014 kemarin para investor saham telah mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi karena kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Sekarang di tahun kambing ini apakah Prospek Pasar Saham 2015 masih dikatakan cukup cerah? Apakah di tahun baru ini IHSG masih dapat mengulangi prestasinya? Berikut ulasannya.
Pada tahun 2015 ini terdapat beberapa kondisi yang berpeluang untuk memberikan sentimen positif pada pergerakan harga pasar saham di tahun ini. Kondisi-kondisi yang dimaksud adalah,
Ekonomi global atau perekonomian Amerika Serikat yang berpotensi masih bertumbuh. Peningkatan pertumbuhan ekonomi didorong oleh rendahnya harga energi dan suku bunga yang juga rendah. Sementara pertumbuhan PDB yang meningkat akan membawa dampak baik bagi pertumbuhan laba perusahaan. Bertumbuhnya profit perusahaan pada umumnya akan menyebabkan meningkatnya harga saham sehingga prospek investasi saham 2015 masih akan cerah.
Rendahnya harga energi. Sampai akhir tahun 2015 harga minyak mentah diprediksi akan bertahan pada level rendah. Dugaan ini memperkirakan bahwa pada tahun ini harga minyak mentah adalah sekitar $74 per barel. Menurunnya harga energi ini dapat mendorong laju perekonomian.
Di tahun 2014 kondisi ekonomi di tanah air. Di tahun lalu memang dapat dikatakan bahwa perekonomian Indonesia mengalami banyak tekanan sehingga laju IHSG pun hanya bergerak pada level 5200 hingga pada akhir tahun. Tetapi pada tahun ini diprediksi bahwa kondisi ekonomi akan lebih baik dibandingkan tahun 2014 lalu. Kondisi yang membaik ini dikarenakan turunnya harga minyak dunia yang berdampak pada berkurangnya beban subsidi BBM. Dengan demikian rapor keuangan juga akan membaik. Beberapa lembaga termasuk pemerintah memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di tanah air dapat menyentuh level 5,8%.
Kondisi politik tanah air. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pada tahun 2014 terjadi banyak ketegangan politik terutama mendekati masa pemilihan presiden. Tetapi di tahun 2015 ini diprediksi ketegangan politik tersebut akan mereda sehingga pembangunan dapat terus berjalan.
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham:
Kondisi perekonomian negara-negara di Eropa, Cina, dan Jepang. Kondisi perekonomian di Eropa dan Jepang di tahun 2015 tengah mengalami resesi sementara perekonomian Cina menurun.
Rencana kenaikan suku bunga The Fed. Pemulihan ekonomi Amerika Serikat pasca krisis ekonomi global yang lalu membuat rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve berpeluang terealisasi. Kenaikan suku bunga bank central Amerika ini biasanya akan diikuti oleh bank sentral negara lain termasuk di tanah air dan dampaknya adalah beban keuangan perusahaan bisa semakin meningkat. Bank sentral Amerika diprediksi akan meningkatkan suku bunga pada bulan Juli atau paling lambat bulan Oktober 2015.
Para analis pada umumnya memprediksi kondisi pasar saham di tahun kambing ini cukup menjanjikan. Beberapa pakar memperkirakan IHSG menyentuh level 5700, sementara beberapa analis yang lain dengan optimis menyebutkan bahwa IHSG berpeluang untuk mencapai level 6300. Yang jelas prospek Pasar Saham 2015 akan sangat menjanjikan walaupun dengan volatilitas yang lebih tinggi. Dengan demikian pergerakan naik turunnya harga juga akan lebih bergejolak.
Jika melihat data yang tercatat pada pasar saham Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia yang pertama kali terhitung, yaitu per tanggal 10 Agustus 1982, imbal hasil investasi ini hingga tahun 2013 adalah sebesar 4,273% atau senilai dengan 142% pertahunnya. Hasil investasi ini memang terbukti sangat tinggi, tetapi pada tahun-tahun tertentu memang IHSG mengalami fluktuasi dan terkoreksi. Pasar saham adalah pasar yang menjanjikan imbal hasil yang lebar walaupun sarat akan volatilitas.
Dengan berbagai resiko volatilitas dan tanpa jaminan kepastian pasar saham, para investor masih bersedia menanamkan modalnya pada pasar saham karena jika dibandingkan dengan instrumen investasi keuangan yang lain misalnya deposito dan tabungan atau obligasi, saham masih lebih unggul dari aspek kinerjanya. Investasi saham memang sesuai sebagai rencana investasi jangka panjang. Bandingkan dengan tabungan yang hanya memberikan tingkat imbal hasil yang rendah sehingga dana setiap harinya dapat berkurang. Dana juga akan digerogoti oleh inflasi jika tidak bertambah lebih tinggi atau minimal sama dengan tingkat inflasi.
Pada pasar modal, turunnya harga-harga saham di pasar secara historis berlangsung dalam waktu singkat sehingga investasi jangka panjang secara historis memberikan profit lebih besar. Dan kenaikan harga-harga saham pada umumnya berlangsung dalam durasi lama dan berawal dengan lonjakan tajam. Walaupun Prospek Pasar Saham 2015 dapat dikatakan cerah, memang selalu ada tantangan atau krisis yang berpotensi terjadi. Tetapi pasti akan ada upaya untuk memperbaiki kondisi ini karena tentu tidak ada negara atau siapa pun yang berada pada situasi sulit dalam jangka waktu yang lama.
Dalam sebuah penelitian yang menghitung pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan selama 15 tahun terbukti bahwa durasi imbal hasil yang positif ternyata berlangsung lebih lama dibandingkan dengan periode imbal hasil negatif. Pada riset tersebut, tercatat imbal hasil negatif berlangsung selama 5 tahun, sementara imbal hasil positif berlangsung selama 10 tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa investor cukup memiliki waktu untuk mengatasi kerugiannya saat pasar mengalami penurunan. Bahkan mereka dapat membukukan profit selama pasar berada pada kondisi bullish atau naik.
Bursa saham Indonesia mencetak pertumbuhan tertinggi ke empat di antara bursa saham unggulan Asia Pasifik dan dunia.

IHSG kemarin ditutup naik 48,574 poin (0,938 persen) ke level 5.226,947 dan indeks LQ45 naik 5,77 poin (0,65 persen) ke level 898,58. Pada saat yang sama nilai tukar Rupiah kemarin ada di level 12.436 per dolar Amerika Serikat (USD) dibandingkan 12.434 per USD pada penutupan sebelumnya (kurs tengah Bank Indonesia).
Investor asing sepanjang tahun ini mencatatkan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 42,597 triliun dan masih sebagai sejarah tertinggi pembelian bersih yang dilakukan investor asing di bursa saham Indonesia.
IHSG sendiri secara year to date alias sejak awal tahun sampai dengan ditutup kemarin mencatatkan kenaikan 22,29 persen. Dengan begitu maka bursa saham Indonesia ada di tempat keempat daftar bursa saham dengan pertumbuhan tertinggi di dunia di bawah bursa saham Tiongkok (49,61 persen), bursa saham India (29,29 persen), dan bursa saham Filipina (22,76 persen).
Salah satu investasi yang banyak diminati oleh masyarakat selain investasi emas batangan dan saham adalah reksadana. Prospek Investasi Reksadana 2015dapat dikatakan masih cukup cerah karena berdasarkan data dari OJK atau Otoritas Jasa Keuangan, dana kelolaan reksa dana mencapai 239, 93 triliun rupiah hingga 24 desember 2014. Angka ini masih merupakan kelolaan reksa saham yang terbesar jika dibandingkan dengan produk reksa dana yang lainnya. Dana kelolaan reksadana saham totalnya mencapai 104, 42 triliun rupiah.
PT Infovesta mengungkapkan datanya bahwa rata-rata imbal hasil reksa dana saham memang yang paling tinggi jika dibandingkan dengan produk reksa dana yang lain. Per tanggal 30 november 2014 diperoleh data bahwa rata-rata imbal hasil reksadana saham mencapai 25,82%. Yosua Zisokhi, analis PT Infovesta menyebutkan bahwa di akhir tahun 2015 reksa dana saham masih dapat memberikan kinerja sekitar 8,7% hingga 11,6%. Hal ini dapat direalisasikan karena adanya peningkatan ekonomi Indonesia dan prediksi laba emiten yang membaik. Maka peluangnya sangatlah bagus dan tetap menjadi pilihan investasi yang baik.
Hal-hal yang menjadi tantangan untuk prospek Investasi Reksadana 2015 adalah perlambatan ekonomi global dan kemungkinan kenaikan suku bunga dari bank central Amerika Serikat. Saran yang dapat diberikan oleh Fund Manager PT AAA Aset Management, Akuntino bagi Anda yang ingin berinvestasi Reksadana adalah sebaiknya memperhatikan sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi. Faktor-faktor tersebut adalah pelaku pasar, pertimbangan tujuan investasi, waktu investasi, dan potensi resiko investasi.

Sumber :